Minggu, 29 September 2013

tugas b.ind part1


Esai adalah suatu tulisan yang menggambarkan opini penulis tentang subyek tertentu yang coba dinilainya.
Sebuah esai dasar bisa dibagi menjadi tiga bagian yaitu:
·         Pertama, pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang subyek yang akan dinilai oleh si penulis tersebut.
·         Kedua, tubuh esai yang menyajikan seluruh informasi tentang subyek.
·         Ketiga, adalah bagian akhir yang memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek yang dinilai oleh si penulis.



MASA LALU YANG TAK TERLUPAKAN

Saya Naufal Harits Basyari umur 20thn tinggi 173cm dan berat badan 73kg akan menceritan kisah masa SD saya.
Sejak saya SD kelas 5 saya sudah hampir bisa mengendarain sepeda motor dan kebetulan salah satu teman perempuan SD saya mengadakan ulang tahun sehabis pulang sekolah di rumahnya. Setelah teman saya mengabari semua teman-teman yang dikelas, saya langsung berpikir akan membawa motor dan itupun pasti akan berjalan lancar. Ehh ternyata saya tidak diundang L hahaha tenang saudara-saudara saya bercanda kok . . . orang seganteng seperti saya tidak diundang maka teman-teman tidak pada mau datang pastinya.

Bel istirahat pun berbunyi dan sayapun langsung pulang, YAA TIDAKLAH MASA SAMPAI SEGITUNYA HAHAHAHA. Oke kita kembali ke bel berbunyi. Saat itu saya langsung  menghampiri teman saya yang bernama Hanipal, saya langsung bertanya kepada dia, “pal, nanti bawa motor yuk?” Hanipal menjawab,”waduh gue pasti ga dibolehin fal sama mama gue”, saya menjawab,” yah yaudah deh kalo gitu nanti gue usahain bawa motor”.

Bel pulang pun berbunyi dan disaat itulah imajinasiku makin bertambah, senangpun tak terpungkiri ketika membayangkan akan membawa motor (maklum anak SD masih alay-alaynya hahahaha). Sesampai dirumah saya meminta izin sama mama untuk hadir ke ultah teman saya dan dibolehin, tiba-tiba kenapa disaat saya izin membawa motor saya langsung grogi. Karena saya masih terngiang dengan asiknya membawa motor sayapun memberanikan izin ke mama, “mah, naufal bawa motor yaa tapinya?”, mamaku langsung jawab “ngga! Apa-apaan kamu bawa motor masih SD udah bawa motor keluar jauh, emang rumah teman kamu dimana?”, saya menjawab “deket kok mah di pondok cipta” padahal mah di pondok kopi hahahahaha. Mamaku menjawab” tetep ngga! Mama bilang ngga tetep ngga! Bahaya!. Sayapun langsung meringis nangis sambil memohon terus agar dibolehin bawa motor. Hampir sejaman aku menangis dan mohon, akhirnya dibolehin juga sama mama.

Sesampai dirumah teman yang ultah dengan selamat, saat bermainpun mulai ditaman bermain. Teman-teman saya ada yang bermain petak umpet, galaksin dan sebagainya. Tapi berbeda dengan saya, yaa maklum orang keren udah ga level main begituan (ini masih alay-alaynya yaa hahahaha). Sayapun mulai menyalakan mesin dan menjalankan motor, saya berkeliling taman disana. Akhirnya yang saya tunggu-tunggupun datang juga yaitu di bangga-banggakan oleh teman kalau saya bisa mengendarain teman. Dan dari situ sayapun makin besar kepala, motor saya kendarainpun saya standingkan untuk dipertunjukkan kepada teman-teman. PUPUS DAN MALU PUN BERCAMPUR ADUK DI PIKIRANKU, saya tidak tahu bahwa jalan yang saya jalani berpasir! Terpelsetlah saya dan membuat dagu saya bolong karena terkena pagar taman. Sakitpun tak kurasakan akibat malu yang teramat besar. Saya langsung minta telepon mama saya untuk menjemput saya. Setiba mama saya datang, saya langsung nangis dan meminta maaf dengan mama dan mama sayapun menasehatin saya lalu memaafkan saya sambil ngeri melihat darah yang mengalir deras didagu saya. Akhirnya saya dibawa kerumah sakit islam dan dijahit dagu saya hingga 7 jahitan. Berkat pengalaman ini saya tidak alay lagi hingga sekarang. INILAH PENGALAMAN MALU SAYA.

Selasa, 18 Juni 2013

soal softskill essay

essay

1. sebutkan faktor" yang mempengaruhi penawaran uang:
jawab: pendapatan, tingkat suku bunga, selera masyarakat, harga barang, fasilitas kredit, dan kekayaan masyarakat

2. materi ini adalah tentang?
jawab: permintaan dan penawaran uang

softskill 2

Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran uang
Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi jumlah penawaran uang atau jumlah uang yang beredar di masyarakat. Faktor-faktor tersebut adalah :
1)      Pendapatan
Pendapatan adalah jumlah uang yang diterima oleh masyarakat pada jangka waktu tertentu. Semakin tinggi pendapatan masyarakat, maka semakin besar pula jumlah uang yang beredar di masyarakat. Sebaliknya, bila pendapatan masyarakat rendah, maka semakin kecil pula jumlah uang yang beredar di masyarakat.
2)      Tingkat suku bunga
Tingkat suku bunga dapat mempengaruhi jumlah uang beredar. Bila suku bunga rendah, maka orang cenderung malas untuk menabung di bank. Jumlah uang yang beredar pun akan meningkat. Sebaliknya, bila suku bunga bank tinggi, banyak orang yang tertarik untuk menyimpan uang di bank. Efeknya, jumlah uang yang beredar juga akan berkurang.
3)      Selera masyarakat
Selera masyarakat dapat mempengaruhi jumlah uang yang beredar. Pada saat ada pergantian model atau tren tertentu, permintaan terhadap barang tersebut dapat mempengaruhi jumlah uang yang beredar.
4)      Harga barang
Pada saat harga barang naik, maka peredaran uang akan semakin cepat karena dibutuhkan makin banyak uang untuk membeli barang tersebut.
5)      Fasilitas kredit
Adanya fasilitas kredit dapat mempengaruhi jumlah uang yang beredar di pasar. Jika masyarakat suka akan penggunaan kredit, maka dengan sendirinya penggunaan uang tunai akan berkurang. Begitu juga sebaliknya.
6)      Kekayaan masyarakat
Jumlah uang yang beredar dalam masyarakat semakin besar apabila variasi kekayaan masyarakat sedikit. Sebaliknya, bila masyarakat memiliki banyak pilihan bentuk kekayaan seperti kekayaan dalam bentuk tabungan, saham, tanah, dan lain-lain, maka jumlah uang beredar di masyarakat akan menurun.

Selasa, 02 April 2013

soal softskill pg

pilihan ganda
1. Orang menyimpan uang untuk membayar traksaksi sehari-hari mulai dari sekedar membeli makan hingga ketika berbisnis disebut motif:
a. motif tranksaki
b. motif berjaga-jaga
c. motif spekulasi
d. motif batik
jawaban: a

2. faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran uang dari masalah harga disebut faktor:
a. pendapatan
b. tingkat suku bunga
c. selera masyarakat
d. harga barang
jawaban : d

softskill


2.1.5 Permintaan dan Penawaran Uang
Agar perekonomian dapat berjalan dengan baik, harus ada cukup uang untuk membeli barang dan jasa yang dihasilkan oleh ekonomi.
Permintaan uang adalah jumlah uang yang diinginkan oleh seluruh masyarakat untuk mengadakan transaksi pada suatu wilayah dan waktu tertentu.
Penawaran uang adalah jumlah yang ada dan siap beredar untuk keperluan transaksi bagi masyarakat pada suatu wilayah dan waktu tertentu.

Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan uang
Ada banyak hal yang mempengaruhi permintaan akan uang di pasar. Mulai dari kepentingan pemerintah, hingga kepentingan masyarakat. Badan dan lembaga keuangan juga bisa memengaruhi permintaan uang.
Menurut J.M Keynes dalam teorinya, Liquidity Preference, menyebutkan adanya tiga faktor yang mempengaruhi permintaan uang.
1.      Motif transaksi (transaction motive)
Orang menyimpan uang untuk membayar transaksi sehari-hari mulai dari sekedar membeli makan hingga ketika berbisnis. Dengan adanya uang, segala kebutuhan dan usaha dapat dilakukan dengan cepat. Keperluan untuk transaksi tergantung pada pendapatannya. Semakin tinggi pendapatan, maka semakin banyak pula keperluan transaksi.
2.      Motif berjaga-jaga (precautionary motive)
Motif berjaga-jaga merupakan salah satu pendorong mengapa orang menyimpan uang. Motif berjaga-jaga muncul ketika rumah tangga dan perusahaan merasa tidak pasti terhadap penerimaan dan pembayaran. Misalnya, seseorang yang pendapatannya tidak pasti. Ia merasa perlu memiliki uang tunai karena ia tidak selalu memperoleh uang secara berkala, atau bisa saja orang menyimpan uang tunai untuk keperluan mendadak seperti adanya salah satu anggota keluarga yang jatuh sakit atau ada barang yang harus dibeli dengan segera. Kebutuhan uang karena alasan ini semakin meningkat apabila terjadi ketegangan politik dan krisis ekonomi.
3.      Motif spekulasi (speculation motive)
Bila suatu rumah tangga atau perusahaan memegang uang tunai di tangan, ia sebenarnya melepaskan kesempatan untuk memperoleh bunga bila uang itu ditabung atau dibelikan obligasi di pasar modal. Tapi karena suku bunga bisa naik turun, ada risiko yang ditanggung oleh pemilik modal. Karena itu ada orang yang menahan uang agar bisa terhindar dari risiko yang berkaitan dengan harga obligasi, maka disebut saldo spekulasi. Motif untuk menahan uang kas itu disebut sebagai motif spekulasi. Biasanya perusahaan tidak mengambil posisi ekstrim, yaitu menaruh semua uang di pasar modal, atau sebaliknya menyimpan uang di kas seluruhnya. Kebanyakan perusahaan melakukan diversifikasi, artinya ada sebagian kekayaan berapa uang dan ada sebagian berupa obligasi.


Jumat, 04 Januari 2013

perkembangan komunikasi

Perkembangan Komunikasi Pada zaman modern ini sering kali kita jumpai berbagai macam perkembangan teknologi komunikasi baik itu dari media cetak seperti majalah, tabloid dan lain-lain serta dari media elektronik seperti televisi, radio, internet dan lain-lain tapi semua perkembangan teknologi yang kita dapat sekarang hanya merupakan pengembangan dari yang sebelumnya atau kita hanya mengembangakan apa yang telah diciptakan oleh manusia pada masa lampau. Pengertian dari komunikasi itu sendiri adalah suatu proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain. Tujuan dari komunikasi adalah untuk menginformasikan, mempersuasi dan mempengaruhi orang lain dan pada umumnya komunikasi dilakukan dengan menggunakan bahasa lisan dan dalam keadaan face to face. Penyampaian pesan dalam komunikasi dapat disampaikan dalam dua bentuk yaitu verbal dan nonverbal. Menurut Mac luhan dalam teorinya Technological Determinism ia membagi perkembangan teknologi komunikasi kedalam empat periodesasi yaitu tribal age, literate age, print age dan electroni age. Menurut Everett M. Roger perkembangan teknologi komunikasi juga terbagi kedalam empat fase/era yaitu era komunikasi tulisan, era komunikasi cetak, era telekomunikasi dan era komunikasi interaktif dan kali ini saya akan lebih menekankan pada era komunikasi tulisan. Era komunikasi tulisan atau writing era ini telah digunakan dan dipelopori oleh orang-orang sumeria dan perkembangan writing era ini juga didukung oleh penemuan mesin cetak oleh Gutenberg. Manusia pada zaman prasejarah pun sudah dapat memulai proses komunikasi hanya saja proses komunikasi tersebut masih kaku dan sangat sederhana karena mereka hanya menggambar digoa-goa(cave painting) untuk mengekspresikan diri mereka dan menggambarkan suatu hal. Manusia yang hidup pada zaman primitif atau prasejarah cenderung melakukan komunikasi dengan menggunakan telinga, sentuhan dan saling membaui satu sama lain jadi pada zaman primitif ini “hearing is believing”. Jadi mendengarkan, bersentuhan dan membaui lebih dominan dibandingkan dengan visualisasi. Perkembangan teknologi pada zaman prasejarah terbagi menjadi empat tahapan yaitu tahap memori aiding stage, tahap pictorial era periode, tahap ideographic stage dan tahap phonetic stage. Tahap Memori Aiding Stage, pada tahap ini manusia masih bersikap primitif dan mereka umumnya tinggal digua-gua dan kehidupannya pun bersifat nomaden. Mereka menggantungkan kehidupan mereka pada alam. Mereka masih belum mengenal sistem bercocok tanam ataupun berburu binatang. Komunikasi yang terjadi pada tahap ini adalah komunikasi dengan menggunakan body language atau bahasa isyarat karena mereka belum mengetahui teknologi komunikasi yang lain pada tahap ini. Umumnya komunikasi ini terjadi hanya dalam kelompok saja(inter kelompok). Tahap Pictorial Era Periode. Pada tahap ini kehidupan dan sistem komunikasi mereka mengalami kemajuan dibandingkan dengan pada tahap sebelumnya karena komunikasi yang dilakukan tidak hanya sebatas dalam kelompoknya tapi juga telah menyebar pada kelompok-kelompok yang lain walaupun masih sederhana tapi mereka sudah mengenal sistem bercocok tanam, hidup bermasyarakat dan berburu binatang. Diperkirakan oleh para ahli bhawa pada tahap ini masyarakatnya sudah mulai mengenal bahasa verbal atau bahasa ucap walaupun masih dalam bentuk yang sederhana. Kemajuan lainnya yang dicapai oleh masyarakat pada tahap ini adalah dengan ditemukannya penciptaan dan penggunaan lambang-lambang visual sebagai alat bantu proses komunikasi. Alat bantu visual tadi berupa gambar-gambar yang terdapat pada dinding gua. Semua gambar yang terdapat pada dinding gua tersebut menurut analisa ahli arkeologi berasal dari zaman paleolitikum sehingga pada tahap ini manusia selain dapat berkomunikasi secara verbal tapi juga dapat berkomunikasi dengan memformulasikan pesan-pesan yang ingin disampaikan dalam bentuk gambar. Gambar atau lukisan inilah yang disebut dengan pictogram. Tahap Ideographic Stage. Pada tahap ini khususanya dalam bidang komunikasi antar manusia selngkah lebih maju dibandingkan dengan pada tahap sebelumnya. Pada tahap ini dalam sistem hidup bermasyarakat mulai teratur karena mereaka sudah mulai mengenl sistem bangunan, pertanian, pengairan dan komunikasi yang baik dan benar. Jika pada tahap sebelumnya binatang digambarkan sebagai simbol visual lain halnya dengan tahap ini, pada tahap ini orang-orang memformulasikan huruf sebagai simbol visual mereka. Huruf-huruf sebagai alat bantu komunikasi itulah yang disebut dengan ideogram dan pada tahap ini manusia juga telah memiliki peradaban dan kebudayaan yang tinggi selain itu pada tahap ini manusia juga sudah dapat menggunakan bahasa lisan sebagat alat bantu dalam komunikasi secara sempurna. Tahap Phonetic. Tahap ini ditandai dengan penggunaan dan perkembangan alat bantu komunikasi yang semakin baik dalam kehidupan manusia karena pada tahap ini manusia mulai menyusun abjad huruf yang kita kenal dan gunakan sampai sekarang. Seiring dengan perkembangan zaman maka abjad itu menjadi sebuah alphabet. Selain ditemukannya alphabet juga ditemukan sistem komunikasi yang baru yaitu Acta Diurna yang diperkenalkan oleh Yulius Caesar pada 100-44 SM. Acta Diurna adalah sebuah papan tempel yang berisi berbagi informasi-informasi yang ditempelkan ditengah alun-alun kota yang saat ini lebih kita kenal dengan mading, iklan atau poster yang bertujuan untuk menginformasi sekaligus mempersuasi dan mempengaruh orang yang melihatnya. Di China perkembangan komunikasi tulisan ini ditemukan pada berbagai macam tulisan kaligarafi China dan menemukan sistem untuk mencetak tulisan tersebut dalam buku sedangkan di Korea menemukan sistem untuk mencetak tulisan atau huruf-huruf tersebut kedalam logam. Perkembangan teknologi tulisan ini semakin berkembang karena didukung dengan berbagai penemuan mesin cetak yang semakin lama semakin canggih. Sampai sekarang tulisan juga masih berfungsi sebagai salah satu sarana untuk berkomunikasi contoh tulisan yang terdapat pada majalah, koran, internet dll untuk mengkomunikasikan sesuatu dan tanpa adanya tulisan proses komunikasi itu tidak akan terwujud atau contoh konkretnya seperti poster jika poster tidak memiliki tulisan yang berfungsi sebagai isi dari poster tersebut maka poster itu juga tidak akan memiliki daya tarik untuk mempersusasi dan mempengaruhi orang lain yang melihatnya karena yang terpenting dalam poster adalah tulisan/teks(isi), gambar/logo(background) dan judul dari poster itu sendiri. Jika poster tidak memperhatikan unsur-unsur tersebut maka poster tidak akan memiliki exposure apa-apa. Konsep komunikasinya seperti konsep komunkasi menurut Laswell yaitu “Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect?”contoh: tulisan mengenai kasus suap Angelina Sondakh yang disebarkan kepada masyarakat melalui channel/media cetak(majalah, koran dll) dan setelah masyarakat membacanya maka masyarakat mulai menunjukkan bahwa mereka pro atau contra terhadap kasus tersebut. Tulisan atau literatur ini sangat berperan dalam proses komunikasi contoh konkretnya bagi orang-orang yang tunawicara tidak dapat berkomunikasi secara lisan namun mereka mampu mengungkapkannya dalam bentuk tulisan sehingga orang lain pun dapat memahami dan berkomunikasi dengan mereka. Jadi kesimpulannya, tulisan itu berfungsi/berperan sebagai salah satu media untuk berkomunikasi baik itu melalui media cetak ataupun elektronik. Tulisan ini juga mengalami banyak perubahan dari zaman masyarkat prasejarah hingga masyarakat zaman modern.

pengertian jenis dan pengawasan


Pengawasan adalah proses dalam menetapkan ukuran kinerja dan pengambilan tindakan yang dapat mendukung pencapaian hasil yang diharapkan sesuai dengan kinerja yang telah ditetapkan tersebut. Controlling is the process of measuring performance and taking action to ensure desired results. Pengawasan adalah proses untuk memastikan bahwa segala aktifitas yang terlaksana sesuai dengan apa yang telah direncanakan . The process of ensuring that actual activities conform the planned activities.

Menurut Winardi “Pengawasan adalah semua aktivitas yang dilaksanakan oleh pihak manajer dalam upaya memastikan bahwa hasil aktual sesuai dengan hasil yang direncanakan”. Sedangkan menurut Basu Swasta  “Pengawasan merupakan fungsi yang menjamin bahwa kegiatan-kegiatan dapat memberikan hasil seperti yang diinginkan”. Sedangkan menurut Komaruddin “Pengawasan adalah berhubungan dengan perbandingan antara pelaksana aktual rencana, dan awal Unk langkah perbaikan terhadap penyimpangan dan rencana yang berarti”.

Pengawasan adalah suatu upaya yang sistematik untuk menetapkan kinerja standar pada perencanaan untuk merancang sistem umpan balik informasi, untuk membandingkan kinerja aktual dengan standar yang telah ditentukan, untuk menetapkan apakah telah terjadi suatu penyimpangan tersebut, serta untuk mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan atau pemerintahan telah digunakan seefektif dan seefisien mungkin guna mencapai tujuan perusahaan atau pemerintahan. Dari beberapa pendapat tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pengawasan merupakan hal penting dalam menjalankan suatu perencanaan. Dengan adanya pengawasan maka perencanaan yang diharapkan oleh manajemen dapat terpenuhi dan berjalan dengan baik.

Pengawasan pada dasarnya diarahkan sepenuhnya untuk menghindari adanya kemungkinan penyelewengan atau penyimpangan atas tujuan yang akan dicapai. melalui pengawasan diharapkan dapat membantu melaksanakan kebijakan yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan secara efektif dan efisien. Bahkan, melalui pengawasan tercipta suatu aktivitas yang berkaitan erat dengan penentuan atau evaluasi mengenai sejauhmana pelaksanaan kerja sudah dilaksanakan. Pengawasan juga dapat mendeteksi sejauhmana kebijakan pimpinan dijalankan dan sampai sejauhmana penyimpangan yang terjadi dalam pelaksanaan kerja tersebut.
Konsep pengawasan demikian sebenarnya menunjukkan pengawasan merupakan bagian dari fungsi manajemen, di mana pengawasan dianggap sebagai bentuk pemeriksaan atau pengontrolan dari pihak yang lebih atas kepada pihak di bawahnya.” Dalam ilmu manajemen, pengawasan ditempatkan sebagai tahapan terakhir dari fungsi manajemen. Dari segi manajerial, pengawasan mengandung makna pula sebagai:
pengamatan atas pelaksanaan seluruh kegiatan unit organisasi yang diperiksa untuk menjamin agar seluruh pekerjaan yang sedang dilaksanakan sesuai dengan rencana dan peraturan.”
atau
suatu usaha agar suatu pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan, dan dengan adanya pengawasan dapat memperkecil timbulnya hambatan, sedangkan hambatan yang telah terjadi dapat segera diketahui yang kemudian dapat dilakukan tindakan perbaikannya.”
Sementara itu, dari segi hukum administrasi negara, pengawasan dimaknai sebagai
proses kegiatan yang membandingkan apa yang dijalankan, dilaksanakan, atau diselenggarakan itu dengan apa yang dikehendaki, direncanakan, atau diperintahkan.”
Hasil pengawasan ini harus dapat menunjukkan sampai di mana terdapat kecocokan dan ketidakcocokan dan menemukan penyebab ketidakcocokan yang muncul. Dalam konteks membangun manajemen pemerintahan publik yang bercirikan good governance (tata kelola pemerintahan yang baik), pengawasan merupakan aspek penting untuk menjaga fungsi pemerintahan berjalan sebagaimana mestinya. Dalam konteks ini, pengawasan menjadi sama pentingnya dengan penerapan good governance itu sendiri.

Dalam kaitannya dengan akuntabilitas publik, pengawasan merupakan salah satu cara untuk membangun dan menjaga legitimasi warga masyarakat terhadap kinerja pemerintahan dengan menciptakan suatu sistem pengawasan yang efektif, baik pengawasan intern (internal control) maupun pengawasan ekstern (external control). Di samping mendorong adanya pengawasan masyarakat (social control).
Sasaran pengawasan adalah temuan yang menyatakan terjadinya penyimpangan atas rencana atau target. Sementara itu, tindakan yang dapat dilakukan adalah:
a.    mengarahkan atau merekomendasikan perbaikan;
b.    menyarankan agar ditekan adanya pemborosan;
c.    mengoptimalkan pekerjaan untuk mencapai sasaran rencana.

Pada dasarnya ada beberapa jenis pengawasan yang dapat dilakukan, yaitu:
1.      Pengawasan Intern dan Ekstern
Pengawasan intern adalah pengawasan yang dilakukan oleh orang atau badan yang ada di dalam lingkungan unit organisasi yang bersangkutan.” Pengawasan dalam bentuk ini dapat dilakukan dengan cara pengawasan atasan langsung atau pengawasan melekat (built in control) atau pengawasan yang dilakukan secara rutin oleh inspektorat jenderal pada setiap kementerian dan inspektorat wilayah untuk setiap daerah yang ada di Indonesia, dengan menempatkannya di bawah pengawasan Kementerian Dalam Negeri.
Pengawasan ekstern adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh unit pengawasan yang berada di luar unit organisasi yang diawasi. Dalam hal ini di Indonesia adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yang merupakan lembaga tinggi negara yang terlepas dari pengaruh kekuasaan manapun. Dalam menjalankan tugasnya, BPK tidak mengabaikan hasil laporan pemeriksaan aparat pengawasan intern pemerintah, sehingga sudah sepantasnya di antara keduanya perlu terwujud harmonisasi dalam proses pengawasan keuangan negara. Proses harmonisasi demikian tidak mengurangi independensi BPK untuk tidak memihak dan menilai secara obyektif aktivitas pemerintah.

2.      Pengawasan Preventif dan Represif
Pengawasan preventif lebih dimaksudkan sebagai, “pengawasan yang dilakukan terhadap suatu kegiatan sebelum kegiatan itu dilaksanakan, sehingga dapat mencegah terjadinya penyimpangan.” Lazimnya, pengawasan ini dilakukan pemerintah dengan maksud untuk menghindari adanya penyimpangan pelaksanaan keuangan negara yang akan membebankan dan merugikan negara lebih besar. Di sisi lain, pengawasan ini juga dimaksudkan agar sistem pelaksanaan anggaran dapat berjalan sebagaimana yang dikehendaki. Pengawasan preventif akan lebih bermanfaat dan bermakna jika dilakukan oleh atasan langsung, sehingga penyimpangan yang kemungkinan dilakukan akan terdeteksi lebih awal.
Di sisi lain, pengawasan represif adalah “pengawasan yang dilakukan terhadap suatu kegiatan setelah kegiatan itu dilakukan.” Pengawasan model ini lazimnya dilakukan pada akhir tahun anggaran, di mana anggaran yang telah ditentukan kemudian disampaikan laporannya. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan dan pengawasannya untuk mengetahui kemungkinan terjadinya penyimpangan.

3.      Pengawasan Aktif dan Pasif
Pengawasan dekat (aktif) dilakukan sebagai bentuk “pengawasan yang dilaksanakan di tempat kegiatan yang bersangkutan.” Hal ini berbeda dengan pengawasan jauh (pasif) yang melakukan pengawasan melalui “penelitian dan pengujian terhadap surat-surat pertanggung jawaban yang disertai dengan bukti-bukti penerimaan dan pengeluaran.” Di sisi lain, pengawasan berdasarkan pemeriksaan kebenaran formil menurut hak (rechmatigheid) adalah “pemeriksaan terhadap pengeluaran apakah telah sesuai dengan peraturan, tidak kadaluarsa, dan hak itu terbukti kebenarannya.” Sementara, hak berdasarkan pemeriksaan kebenaran materil mengenai maksud tujuan pengeluaran (doelmatigheid) adalah “pemeriksaan terhadap pengeluaran apakah telah memenuhi prinsip ekonomi, yaitu pengeluaran tersebut diperlukan dan beban biaya yang serendah mungkin.”

4.      Pengawasan kebenaran formil menurut hak (rechtimatigheid) dan pemeriksaan kebenaran materiil mengenai maksud tujuan pengeluaran (doelmatigheid).
Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan negara, pengawasan ditujukan untuk menghindari terjadinya “korupsi, penyelewengan, dan pemborosan anggaran negara yang tertuju pada aparatur atau pegawai negeri.” Dengan dijalankannya pengawasan tersebut diharapkan pengelolaan dan pertanggung jawaban anggaran dan kebijakan negara dapat berjalan sebagaimana direncanakan.