Minggu, 06 Oktober 2013

artikel ragam bahasa Indonesia

Ragam Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dipakai dalam berbagai keperluan

tentu tidak seragam, tetapi akan berbeda-beda disesuaikan dengan situasi dan kondisi.

Keanekaragaman penggunaan bahasa Indonesia itulah yang dinamakan ragam

bahasa.

Ragam bahasa berdasarkan media/sarana ada 2, yaitu :

1. Ragam Bahasa Lisan

Ragam bahasa lisan adalah bahan yang dihasilkan alat ucap dengan fonem

sebagai unsur dasar. Dalam ragam lisan kita berurusan dengan tata bahasa, kosakata

dan lafal. Dalam ragam bahasa lisan ini, pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah

suara atau tekanan, air muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide.

Ciri-ciri ragam bahasa lisan :

a. Memerlukan kehadiran orang lain

b. Unsur gramatikal tidak dinyatakan secara lengkap

c. Terikat ruang dan waktu

d. Dipengaruhi oleh tinggi rendahnya suara

Kelebihan ragam bahasa lisan :

a. Dapat disesuaikan dengan situasi

b. Faktor efisiensi

c. Faktor kejelasan karena pembicara menambahkan unsure lain berupa tekan dan

gerak anggota badan agah pendengar mengerti apa yang dikatakan seperti situasi,

mimik dan gerak-gerak pembicara.

d. Faktor kecepatan, pembicara segera melihat reaksi pendengar terhadap apa

yang dibicarakannya.

e. Lebih bebas bentuknya karena faktor situasi yang memperjelas pengertian

bahasa yang dituturkan oleh penutur.

f. Penggunaan bahasa lisan bisa berdasarkan pengetahuan dan penafsiran dari

informasi audit, visual dan kognitif.

Kelemahan ragam bahasa lisan :

a. Bahasa lisan berisi beberapa kalimat yang tidak lengkap, bahkan terdapat frase-
frase sederhana.

b. Penutur sering mengulangi beberapa kalimat.

c. Tidak semua orang bisa melakukan bahasa lisan.

d. Aturan-aturan bahasa yang dilakukan tidak formal.

2. Ragam Bahasa Tulis

Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan

dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan

tata cara penulisan dan kosakata. Dengan kata lain dengan ragam bahasa tulis, kita

tuntut adanya kelengkapan unsur kata seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat,

ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan dan penggunaan tanda baca

dalam mengungkapkan ide.

Ciri-ciri ragam bahasa tulis :

a. Tidak memerlukan kehaduran orang lain

b. Unsur gramatikal dinyatakan secara lengkap.

c. Tidak terikat ruang dan waktu

d. Dipengaruhi oleh tanda baca atau ejaan.

Kelebihan ragam bahasa tulis :

a. Informasi yang disajikan bisa dipilih untuk dikemas sebagai media atau materi

yang menarik dan menyenangkan.

b. Umumnya memiliki kedekatan budaya dengan kehidupan masyarakat.

c. Sebagai sarana memperkaya kosakata.

d. Dapat digunakan untuk menyampaikan maksud, membeberkan informasi atau

mengungkap unsur-unsur emosi sehingga mampu mencanggihkan wawasan

pembaca.

Kelemahan ragam bahasa tulis :

a. Alat atau sarana yang memperjelas pengertian seperti bahasa lisan itu tidak ada

akibatnya bahasa tulisan harus disusun lebih sempurna.

b. Tidak mampu menyajikan berita secara lugas, jernih dan jujur, jika harus

mengikuti kaidah-kaidah bahasa yang dianggap cenderung miskin daya pikat dan

nilai jual.

c. Yang tidak ada dalam bahasa tulisan tidak dapat diperjelas/ditolong, oleh karena

itu dalam bahasa tulisan diperlukan keseksamaan yang lebih besar.

Ragam bahasa fungsionalm adalah ragam bahasa yang dikaitkan dengan profesi,

lembaga, lingkungan kerja atau kegiatan tertentu lainnya. Ragam fungsional juga

dikaitkan dengan keresmian keadaan penggunaannya.

Ada 3 ragam bahasa fungsional, yaitu :

1. Ragam Bahasa Bisnis

Ragam bahas bisnis adalah ragam bahasa yang digunakan dalam berbisnis,

yang biasa digunakan oleh para pebisnis dalam menjalankan bisnisnya.

Ciri-ciri ragam bahasa bisnis :

a. Menggunakan bahasa yang komunikatif

b. Bahasanya cenderung resmi

c. Terikat ruang dan waktu

d. Membutuhkan adanyaorang lain

2. Ragam Bahasa Hukum

Ragam bahasa hukum adalah bahasa Indonesia yang corak penggunaan

bahasanya khas dalam dunia hokum, mengingat fungsinya mempunyai karakteristik

tersendiri, oleh karena itu bahasa hokum Indonesia haruslah memenuhi syarat-
syarat dan kaidah-kaidah bahasa Indonesia.

Ciri-ciri ragam bahasa hukum :

a. Mempunyai gaya bahasa yang khusus

b. Lugas dan eksak karena menghindari kesamaran dan ketaksaan

c. Objektif dan menekan prasangka pribadi

d. Memberikan definisi yang cermat tentang nama, sifat dan kategori yang

diselidiki untuk menghindari kesimpangsiuran

e. Tidak beremosi dan menjauhi tafsiran bersensasi

3. Ragam Bahasa Sastra

Ragam bahasa sastra adalah ragam bahasa yang banyak menggunakan

kalimat tidak efektif. Penggambaran yang sejelas-jelasnya melalui rangkaian kata

bermakna konotasi sering dipakai dalam ragam bahasa sastra.

Ciri-ciri ragam bahasa sastra :

a. Menggunakan kalimat yang tidak efektif

b. Menggunakan kata-kata yang tidak baku

c. Adanya rangkaian kata yang bermakna konotasi

Pengertian Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

Bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah Bahasa Indonesia yang

digunakan sesuai dengan situasi pembicaraan (yakni, sesuai dengan lawan bicara,

tempat pembicaraan, dan ragam pembicaraan) dan sesuai dengan kaidah yang berlaku

dalam Bahasa Indonesia (seperti: sesuai dengan kaidah ejaan, pungtuasi, istilah, dan

tata bahasa).

Menurut Anton M. Moeliono (dalam Majalah Pembinaan Bahasa Indonesia,

1980), berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dapat diartikan pemakaian ragam

bahasa yang serasi dengan sasarannya dan yang disamping itu mengikuti kaidah

bahasa yang betul. Ungkapan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sebaliknya,

mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan

kebenaran.

Ada lima laras bahasa yang dapat digunakan sesuai situasi. Berturut-turut sesuai

derajat keformalannya, ragam tersebut dibagi sebagai berikut.

1. Ragam beku (frozen); digunakan pada situasi hikmat dan sangat sedikit

memungkinkan keleluasaan seperti pada kitab suci, putusan pengadilan, dan upacara

pernikahan.

2. Ragam resmi (formal); digunakan dalam komunikasi resmi seperti pada pidato,

rapat resmi, dan jurnal ilmiah.

3. Ragam konsultatif (consultative); digunakan dalam pembicaraan yang terpusat

pada transaksi atau pertukaran informasi seperti dalam percakapan di sekolah dan di

pasar.

4. Ragam santai (casual); digunakan dalam suasana tidak resmi dan dapat digunakan

oleh orang yang belum tentu saling kenal dengan akrab.

5. Ragam akrab (intimate). digunakan di antara orang yang memiliki hubungan yang

sangat akrab dan intim.

Contoh Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar :

Misalkan dalam pertanyaan sehari-hari dengan menggunakan bahasa yang baku

Contoh :

* Ketika dalam dialog antara seorang Guru dengan seorang murid

Pak guru : Rino apakah kamu sudah mengerjakan PR?

Rino : sudah saya kerjakan pak.

Pak guru : baiklah kalau begitu, segera dikumpulkan.

Rino : Terima kasih Pak , akan segera saya kumpulkan.

Bahasa yang baik dan benar itu memiliki empat fungsi :

(1) fungsi pemersatu kebhinnekaan rumpun dalam bahasa dengan mengatasi batas-
batas kedaerahan;

(2) fungsi penanda kepribadian yang menyatakan identitas bangsa dalam pergaulan

dengan bangsa lain;

(3) fungsi pembawa kewibawaan karena berpendidikan dan yang terpelajar; dan

(4) fungsi sebagai kerangka acuan tentang tepat tidaknya dan betul tidaknya

pemakaian bahasa.

Keempat fungsi bahasa yang baik dan benar itu bertalian erat dengan tiga macam batin

penutur bahasa sebagai berikut :

(1) fungsinya sebagai pemersatu dan sebagai penanda kepribadian bangsa

membangkitkan kesetiaan orang terhadap bahasa itu;

(2) fungsinya pembawa kewibawaan berkaitan dengan sikap kebangsaan orang

karena mampu beragam bahasa itu; dan

(3) fungsi sebagai kerangka acuan berhubungan dengan kesadaran orang akan

adanya aturan yang baku layak diatuhi agar ia jangan terkena sanksi sosial.

Berdasarkan paparan di atas maka dapat disimpulkan, berbahasa Indonesia dengan

baik dan benar adalah menggunakan bahasa Indonesia yang memenuhi norma baik

dan benar bahasa Indonesia. Norma yang dimaksud adalah “ketentuan” bahasa

Indonesia, misalnya tata bahasa, ejaan, kalimat, dsb.

ARTIKEL :

Pentingnya Berbahasa yang baik dan benar dalam dunia sistem informasi (ragam

bahasa)

Bahasa merupakan sebuah alat yang digunakan untuk berkomunikasi dari

komunikator kepada komunikan dengan tujuan menyampaikan sebuah informasi.

Bahasa berwujud ucapan yang digunakan seseorang untuk berkomunikasi dengan

orang lain. Selain itu, Bahasa juga merupakan alat komunikasi yang dipakai dalam

berbagai keperluan tertentu yang tidak seragam, tetapi akan berbeda-beda disesuaikan

dengan situasi dan kondisi. Penggunaan bahasa itu sendiri berbeda pada setiap

masyarakat dan memiliki aturan yang berbeda pula pada masing-masing pemakaian

bahasanya.

Dalam bahasa terdapat keanearagaman bahasa yang disebut ragam. Menurut

Dendy Sugono (1999 : 9), bahwa sehubungan dengan pemakaian bahasa Indonesia,

timbul dua masalah pokok, yaitu masalah penggunaan bahasa baku dan tak baku.

Dalam situasi remi, seperti di sekolah, di kantor, atau di dalam pertemuan resmi

digunakan bahasa baku. Sebaliknya dalam situasi tak resmi, seperti di rumah, di taman,

di pasar, kita tidak dituntut menggunakan bahasa baku. Keanekaragaman pemakaian

bahasa inilah yang perlu diperhatikan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Karena

apabila kita memahami keanekaragaman bahasa, kita dapat menyesuaikan bagaimana

cara berkomunikasi yang baik dengan orang lain diwaktu, tempat, dan acara tertentu.

Contohnya : Pada saat acara formal, penggunaan kata “aku”dan “kamu” kurang tepat

untuk acara formal karena biasanya penggunaan kata seperti ini lebih cocok untuk

berkomunikasi dengan teman atau kerabat dan bersifat lebih akrab dan privasi. Namun,

kita bisa mengganti kata tersebut dengan menggunakan kata yag lebih sopan yakni

kata “saya” dan “anda”.

Dalam lingkungan yang lebih kecil lagi, yaitu di dalam dunia perkuliahan,

khususnya pada bidang Sistem Informasi, penggunaan Bahasa Indonesia yang baik

dan benar sangatlah diperlukan. Dalam Sistem Informasi itu sendiri terdapat beberapa

aspek yang membutuhkan tata bahasa yang benar. Seperti halnya pada pemrograman

dibutuhkan struktur bahasa yang benar sehingga dapat mempermudah dalam

penerapannya. Dan dalam bidang sistem informasi juga terdapat banyak pembahasan

mengenai informasi-informasi dan tekhnik pengolahannya. Tentunya akan sangat

dibutuhkan olah bahasa yang baik pula untuk penyampaian sistem itu sendiri. Karena

jika terjadi kesalahan bahasa dalam penyampaian informasi, hal ini akan memberi

dampak buruk bagi semua penerimanya, maka dari itu penggunaan tata bahasa itu

sendiri haruslah sangat diperhatikan.

Jadi, kaitannya penggunaan bahasa yang baik dan benar didalam Sistem

Informasi adalah apabila kita menggunakan bahasa yang baik dan benar dalam sistem

informasi, hal ini akan memudahkan pengolahan informasi untuk dapat diterima oleh

system itu sendiri dan orang lain dan untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam

menerima sebuah informasi. Karena sistem informasi membutuhkan tata bahasa yang

baik untuk penerapannya dalam penyampaian informasi. Jika terjadi kesalahan dalam

struktur bahasa, penyampaian informasi ini tidak akan tersampaikan dengan baik.

Kesimpulan : Penggunaan bahasa yang baik dan benar sangatlah penting dalam

bidang apapun, karena untuk mengindari terjadinya kesalahpahaman dalam menerima

sebuah informasi atau pesan. Jika terdapat kesalahan dalam penggunaannya, hal

ini akan menimbulkan informasi yang disampaikan tidak dapat diterima dengan baik

oleh penerima pesan. Begitupula dengan system informasi, apabila kita menggunakan

struktur tata bahasa yang kurang baik, hal ini sangat menyulitkan untuk memproses

maksud dari informasi tersebut. Sehingga informasi yang dibuat tidak tersampaikan

dengan baik. Oleh karena itu, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan

benar sangatlah diperlukan untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman dalam

penangkapan informasi. Dan informasi dapat diterima dengan baik oleh penerima

pesan.

Sumber :

http://tisnajelek.blogspot.com/2013/10/pentingnya-berbahasa-yang-baik-dan.html

http://rifqybawazier.blogspot.com/2013/10/ragam-bahasa-dan-pentingnya-
menggunakan.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Ragam_bahasa

Minggu, 29 September 2013

tugas b.ind part1


Esai adalah suatu tulisan yang menggambarkan opini penulis tentang subyek tertentu yang coba dinilainya.
Sebuah esai dasar bisa dibagi menjadi tiga bagian yaitu:
·         Pertama, pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang subyek yang akan dinilai oleh si penulis tersebut.
·         Kedua, tubuh esai yang menyajikan seluruh informasi tentang subyek.
·         Ketiga, adalah bagian akhir yang memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek yang dinilai oleh si penulis.



MASA LALU YANG TAK TERLUPAKAN

Saya Naufal Harits Basyari umur 20thn tinggi 173cm dan berat badan 73kg akan menceritan kisah masa SD saya.
Sejak saya SD kelas 5 saya sudah hampir bisa mengendarain sepeda motor dan kebetulan salah satu teman perempuan SD saya mengadakan ulang tahun sehabis pulang sekolah di rumahnya. Setelah teman saya mengabari semua teman-teman yang dikelas, saya langsung berpikir akan membawa motor dan itupun pasti akan berjalan lancar. Ehh ternyata saya tidak diundang L hahaha tenang saudara-saudara saya bercanda kok . . . orang seganteng seperti saya tidak diundang maka teman-teman tidak pada mau datang pastinya.

Bel istirahat pun berbunyi dan sayapun langsung pulang, YAA TIDAKLAH MASA SAMPAI SEGITUNYA HAHAHAHA. Oke kita kembali ke bel berbunyi. Saat itu saya langsung  menghampiri teman saya yang bernama Hanipal, saya langsung bertanya kepada dia, “pal, nanti bawa motor yuk?” Hanipal menjawab,”waduh gue pasti ga dibolehin fal sama mama gue”, saya menjawab,” yah yaudah deh kalo gitu nanti gue usahain bawa motor”.

Bel pulang pun berbunyi dan disaat itulah imajinasiku makin bertambah, senangpun tak terpungkiri ketika membayangkan akan membawa motor (maklum anak SD masih alay-alaynya hahahaha). Sesampai dirumah saya meminta izin sama mama untuk hadir ke ultah teman saya dan dibolehin, tiba-tiba kenapa disaat saya izin membawa motor saya langsung grogi. Karena saya masih terngiang dengan asiknya membawa motor sayapun memberanikan izin ke mama, “mah, naufal bawa motor yaa tapinya?”, mamaku langsung jawab “ngga! Apa-apaan kamu bawa motor masih SD udah bawa motor keluar jauh, emang rumah teman kamu dimana?”, saya menjawab “deket kok mah di pondok cipta” padahal mah di pondok kopi hahahahaha. Mamaku menjawab” tetep ngga! Mama bilang ngga tetep ngga! Bahaya!. Sayapun langsung meringis nangis sambil memohon terus agar dibolehin bawa motor. Hampir sejaman aku menangis dan mohon, akhirnya dibolehin juga sama mama.

Sesampai dirumah teman yang ultah dengan selamat, saat bermainpun mulai ditaman bermain. Teman-teman saya ada yang bermain petak umpet, galaksin dan sebagainya. Tapi berbeda dengan saya, yaa maklum orang keren udah ga level main begituan (ini masih alay-alaynya yaa hahahaha). Sayapun mulai menyalakan mesin dan menjalankan motor, saya berkeliling taman disana. Akhirnya yang saya tunggu-tunggupun datang juga yaitu di bangga-banggakan oleh teman kalau saya bisa mengendarain teman. Dan dari situ sayapun makin besar kepala, motor saya kendarainpun saya standingkan untuk dipertunjukkan kepada teman-teman. PUPUS DAN MALU PUN BERCAMPUR ADUK DI PIKIRANKU, saya tidak tahu bahwa jalan yang saya jalani berpasir! Terpelsetlah saya dan membuat dagu saya bolong karena terkena pagar taman. Sakitpun tak kurasakan akibat malu yang teramat besar. Saya langsung minta telepon mama saya untuk menjemput saya. Setiba mama saya datang, saya langsung nangis dan meminta maaf dengan mama dan mama sayapun menasehatin saya lalu memaafkan saya sambil ngeri melihat darah yang mengalir deras didagu saya. Akhirnya saya dibawa kerumah sakit islam dan dijahit dagu saya hingga 7 jahitan. Berkat pengalaman ini saya tidak alay lagi hingga sekarang. INILAH PENGALAMAN MALU SAYA.

Selasa, 18 Juni 2013

soal softskill essay

essay

1. sebutkan faktor" yang mempengaruhi penawaran uang:
jawab: pendapatan, tingkat suku bunga, selera masyarakat, harga barang, fasilitas kredit, dan kekayaan masyarakat

2. materi ini adalah tentang?
jawab: permintaan dan penawaran uang

softskill 2

Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran uang
Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi jumlah penawaran uang atau jumlah uang yang beredar di masyarakat. Faktor-faktor tersebut adalah :
1)      Pendapatan
Pendapatan adalah jumlah uang yang diterima oleh masyarakat pada jangka waktu tertentu. Semakin tinggi pendapatan masyarakat, maka semakin besar pula jumlah uang yang beredar di masyarakat. Sebaliknya, bila pendapatan masyarakat rendah, maka semakin kecil pula jumlah uang yang beredar di masyarakat.
2)      Tingkat suku bunga
Tingkat suku bunga dapat mempengaruhi jumlah uang beredar. Bila suku bunga rendah, maka orang cenderung malas untuk menabung di bank. Jumlah uang yang beredar pun akan meningkat. Sebaliknya, bila suku bunga bank tinggi, banyak orang yang tertarik untuk menyimpan uang di bank. Efeknya, jumlah uang yang beredar juga akan berkurang.
3)      Selera masyarakat
Selera masyarakat dapat mempengaruhi jumlah uang yang beredar. Pada saat ada pergantian model atau tren tertentu, permintaan terhadap barang tersebut dapat mempengaruhi jumlah uang yang beredar.
4)      Harga barang
Pada saat harga barang naik, maka peredaran uang akan semakin cepat karena dibutuhkan makin banyak uang untuk membeli barang tersebut.
5)      Fasilitas kredit
Adanya fasilitas kredit dapat mempengaruhi jumlah uang yang beredar di pasar. Jika masyarakat suka akan penggunaan kredit, maka dengan sendirinya penggunaan uang tunai akan berkurang. Begitu juga sebaliknya.
6)      Kekayaan masyarakat
Jumlah uang yang beredar dalam masyarakat semakin besar apabila variasi kekayaan masyarakat sedikit. Sebaliknya, bila masyarakat memiliki banyak pilihan bentuk kekayaan seperti kekayaan dalam bentuk tabungan, saham, tanah, dan lain-lain, maka jumlah uang beredar di masyarakat akan menurun.

Selasa, 02 April 2013

soal softskill pg

pilihan ganda
1. Orang menyimpan uang untuk membayar traksaksi sehari-hari mulai dari sekedar membeli makan hingga ketika berbisnis disebut motif:
a. motif tranksaki
b. motif berjaga-jaga
c. motif spekulasi
d. motif batik
jawaban: a

2. faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran uang dari masalah harga disebut faktor:
a. pendapatan
b. tingkat suku bunga
c. selera masyarakat
d. harga barang
jawaban : d

softskill


2.1.5 Permintaan dan Penawaran Uang
Agar perekonomian dapat berjalan dengan baik, harus ada cukup uang untuk membeli barang dan jasa yang dihasilkan oleh ekonomi.
Permintaan uang adalah jumlah uang yang diinginkan oleh seluruh masyarakat untuk mengadakan transaksi pada suatu wilayah dan waktu tertentu.
Penawaran uang adalah jumlah yang ada dan siap beredar untuk keperluan transaksi bagi masyarakat pada suatu wilayah dan waktu tertentu.

Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan uang
Ada banyak hal yang mempengaruhi permintaan akan uang di pasar. Mulai dari kepentingan pemerintah, hingga kepentingan masyarakat. Badan dan lembaga keuangan juga bisa memengaruhi permintaan uang.
Menurut J.M Keynes dalam teorinya, Liquidity Preference, menyebutkan adanya tiga faktor yang mempengaruhi permintaan uang.
1.      Motif transaksi (transaction motive)
Orang menyimpan uang untuk membayar transaksi sehari-hari mulai dari sekedar membeli makan hingga ketika berbisnis. Dengan adanya uang, segala kebutuhan dan usaha dapat dilakukan dengan cepat. Keperluan untuk transaksi tergantung pada pendapatannya. Semakin tinggi pendapatan, maka semakin banyak pula keperluan transaksi.
2.      Motif berjaga-jaga (precautionary motive)
Motif berjaga-jaga merupakan salah satu pendorong mengapa orang menyimpan uang. Motif berjaga-jaga muncul ketika rumah tangga dan perusahaan merasa tidak pasti terhadap penerimaan dan pembayaran. Misalnya, seseorang yang pendapatannya tidak pasti. Ia merasa perlu memiliki uang tunai karena ia tidak selalu memperoleh uang secara berkala, atau bisa saja orang menyimpan uang tunai untuk keperluan mendadak seperti adanya salah satu anggota keluarga yang jatuh sakit atau ada barang yang harus dibeli dengan segera. Kebutuhan uang karena alasan ini semakin meningkat apabila terjadi ketegangan politik dan krisis ekonomi.
3.      Motif spekulasi (speculation motive)
Bila suatu rumah tangga atau perusahaan memegang uang tunai di tangan, ia sebenarnya melepaskan kesempatan untuk memperoleh bunga bila uang itu ditabung atau dibelikan obligasi di pasar modal. Tapi karena suku bunga bisa naik turun, ada risiko yang ditanggung oleh pemilik modal. Karena itu ada orang yang menahan uang agar bisa terhindar dari risiko yang berkaitan dengan harga obligasi, maka disebut saldo spekulasi. Motif untuk menahan uang kas itu disebut sebagai motif spekulasi. Biasanya perusahaan tidak mengambil posisi ekstrim, yaitu menaruh semua uang di pasar modal, atau sebaliknya menyimpan uang di kas seluruhnya. Kebanyakan perusahaan melakukan diversifikasi, artinya ada sebagian kekayaan berapa uang dan ada sebagian berupa obligasi.


Jumat, 04 Januari 2013

perkembangan komunikasi

Perkembangan Komunikasi Pada zaman modern ini sering kali kita jumpai berbagai macam perkembangan teknologi komunikasi baik itu dari media cetak seperti majalah, tabloid dan lain-lain serta dari media elektronik seperti televisi, radio, internet dan lain-lain tapi semua perkembangan teknologi yang kita dapat sekarang hanya merupakan pengembangan dari yang sebelumnya atau kita hanya mengembangakan apa yang telah diciptakan oleh manusia pada masa lampau. Pengertian dari komunikasi itu sendiri adalah suatu proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain. Tujuan dari komunikasi adalah untuk menginformasikan, mempersuasi dan mempengaruhi orang lain dan pada umumnya komunikasi dilakukan dengan menggunakan bahasa lisan dan dalam keadaan face to face. Penyampaian pesan dalam komunikasi dapat disampaikan dalam dua bentuk yaitu verbal dan nonverbal. Menurut Mac luhan dalam teorinya Technological Determinism ia membagi perkembangan teknologi komunikasi kedalam empat periodesasi yaitu tribal age, literate age, print age dan electroni age. Menurut Everett M. Roger perkembangan teknologi komunikasi juga terbagi kedalam empat fase/era yaitu era komunikasi tulisan, era komunikasi cetak, era telekomunikasi dan era komunikasi interaktif dan kali ini saya akan lebih menekankan pada era komunikasi tulisan. Era komunikasi tulisan atau writing era ini telah digunakan dan dipelopori oleh orang-orang sumeria dan perkembangan writing era ini juga didukung oleh penemuan mesin cetak oleh Gutenberg. Manusia pada zaman prasejarah pun sudah dapat memulai proses komunikasi hanya saja proses komunikasi tersebut masih kaku dan sangat sederhana karena mereka hanya menggambar digoa-goa(cave painting) untuk mengekspresikan diri mereka dan menggambarkan suatu hal. Manusia yang hidup pada zaman primitif atau prasejarah cenderung melakukan komunikasi dengan menggunakan telinga, sentuhan dan saling membaui satu sama lain jadi pada zaman primitif ini “hearing is believing”. Jadi mendengarkan, bersentuhan dan membaui lebih dominan dibandingkan dengan visualisasi. Perkembangan teknologi pada zaman prasejarah terbagi menjadi empat tahapan yaitu tahap memori aiding stage, tahap pictorial era periode, tahap ideographic stage dan tahap phonetic stage. Tahap Memori Aiding Stage, pada tahap ini manusia masih bersikap primitif dan mereka umumnya tinggal digua-gua dan kehidupannya pun bersifat nomaden. Mereka menggantungkan kehidupan mereka pada alam. Mereka masih belum mengenal sistem bercocok tanam ataupun berburu binatang. Komunikasi yang terjadi pada tahap ini adalah komunikasi dengan menggunakan body language atau bahasa isyarat karena mereka belum mengetahui teknologi komunikasi yang lain pada tahap ini. Umumnya komunikasi ini terjadi hanya dalam kelompok saja(inter kelompok). Tahap Pictorial Era Periode. Pada tahap ini kehidupan dan sistem komunikasi mereka mengalami kemajuan dibandingkan dengan pada tahap sebelumnya karena komunikasi yang dilakukan tidak hanya sebatas dalam kelompoknya tapi juga telah menyebar pada kelompok-kelompok yang lain walaupun masih sederhana tapi mereka sudah mengenal sistem bercocok tanam, hidup bermasyarakat dan berburu binatang. Diperkirakan oleh para ahli bhawa pada tahap ini masyarakatnya sudah mulai mengenal bahasa verbal atau bahasa ucap walaupun masih dalam bentuk yang sederhana. Kemajuan lainnya yang dicapai oleh masyarakat pada tahap ini adalah dengan ditemukannya penciptaan dan penggunaan lambang-lambang visual sebagai alat bantu proses komunikasi. Alat bantu visual tadi berupa gambar-gambar yang terdapat pada dinding gua. Semua gambar yang terdapat pada dinding gua tersebut menurut analisa ahli arkeologi berasal dari zaman paleolitikum sehingga pada tahap ini manusia selain dapat berkomunikasi secara verbal tapi juga dapat berkomunikasi dengan memformulasikan pesan-pesan yang ingin disampaikan dalam bentuk gambar. Gambar atau lukisan inilah yang disebut dengan pictogram. Tahap Ideographic Stage. Pada tahap ini khususanya dalam bidang komunikasi antar manusia selngkah lebih maju dibandingkan dengan pada tahap sebelumnya. Pada tahap ini dalam sistem hidup bermasyarakat mulai teratur karena mereaka sudah mulai mengenl sistem bangunan, pertanian, pengairan dan komunikasi yang baik dan benar. Jika pada tahap sebelumnya binatang digambarkan sebagai simbol visual lain halnya dengan tahap ini, pada tahap ini orang-orang memformulasikan huruf sebagai simbol visual mereka. Huruf-huruf sebagai alat bantu komunikasi itulah yang disebut dengan ideogram dan pada tahap ini manusia juga telah memiliki peradaban dan kebudayaan yang tinggi selain itu pada tahap ini manusia juga sudah dapat menggunakan bahasa lisan sebagat alat bantu dalam komunikasi secara sempurna. Tahap Phonetic. Tahap ini ditandai dengan penggunaan dan perkembangan alat bantu komunikasi yang semakin baik dalam kehidupan manusia karena pada tahap ini manusia mulai menyusun abjad huruf yang kita kenal dan gunakan sampai sekarang. Seiring dengan perkembangan zaman maka abjad itu menjadi sebuah alphabet. Selain ditemukannya alphabet juga ditemukan sistem komunikasi yang baru yaitu Acta Diurna yang diperkenalkan oleh Yulius Caesar pada 100-44 SM. Acta Diurna adalah sebuah papan tempel yang berisi berbagi informasi-informasi yang ditempelkan ditengah alun-alun kota yang saat ini lebih kita kenal dengan mading, iklan atau poster yang bertujuan untuk menginformasi sekaligus mempersuasi dan mempengaruh orang yang melihatnya. Di China perkembangan komunikasi tulisan ini ditemukan pada berbagai macam tulisan kaligarafi China dan menemukan sistem untuk mencetak tulisan tersebut dalam buku sedangkan di Korea menemukan sistem untuk mencetak tulisan atau huruf-huruf tersebut kedalam logam. Perkembangan teknologi tulisan ini semakin berkembang karena didukung dengan berbagai penemuan mesin cetak yang semakin lama semakin canggih. Sampai sekarang tulisan juga masih berfungsi sebagai salah satu sarana untuk berkomunikasi contoh tulisan yang terdapat pada majalah, koran, internet dll untuk mengkomunikasikan sesuatu dan tanpa adanya tulisan proses komunikasi itu tidak akan terwujud atau contoh konkretnya seperti poster jika poster tidak memiliki tulisan yang berfungsi sebagai isi dari poster tersebut maka poster itu juga tidak akan memiliki daya tarik untuk mempersusasi dan mempengaruhi orang lain yang melihatnya karena yang terpenting dalam poster adalah tulisan/teks(isi), gambar/logo(background) dan judul dari poster itu sendiri. Jika poster tidak memperhatikan unsur-unsur tersebut maka poster tidak akan memiliki exposure apa-apa. Konsep komunikasinya seperti konsep komunkasi menurut Laswell yaitu “Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect?”contoh: tulisan mengenai kasus suap Angelina Sondakh yang disebarkan kepada masyarakat melalui channel/media cetak(majalah, koran dll) dan setelah masyarakat membacanya maka masyarakat mulai menunjukkan bahwa mereka pro atau contra terhadap kasus tersebut. Tulisan atau literatur ini sangat berperan dalam proses komunikasi contoh konkretnya bagi orang-orang yang tunawicara tidak dapat berkomunikasi secara lisan namun mereka mampu mengungkapkannya dalam bentuk tulisan sehingga orang lain pun dapat memahami dan berkomunikasi dengan mereka. Jadi kesimpulannya, tulisan itu berfungsi/berperan sebagai salah satu media untuk berkomunikasi baik itu melalui media cetak ataupun elektronik. Tulisan ini juga mengalami banyak perubahan dari zaman masyarkat prasejarah hingga masyarakat zaman modern.