Ragam Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dipakai dalam berbagai keperluan
tentu tidak seragam, tetapi akan berbeda-beda disesuaikan dengan situasi dan kondisi.
Keanekaragaman penggunaan bahasa Indonesia itulah yang dinamakan ragam
bahasa.
Ragam bahasa berdasarkan media/sarana ada 2, yaitu :
1. Ragam Bahasa Lisan
Ragam bahasa lisan adalah bahan yang dihasilkan alat ucap dengan fonem
sebagai unsur dasar. Dalam ragam lisan kita berurusan dengan tata bahasa, kosakata
dan lafal. Dalam ragam bahasa lisan ini, pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah
suara atau tekanan, air muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide.
Ciri-ciri ragam bahasa lisan :
a. Memerlukan kehadiran orang lain
b. Unsur gramatikal tidak dinyatakan secara lengkap
c. Terikat ruang dan waktu
d. Dipengaruhi oleh tinggi rendahnya suara
Kelebihan ragam bahasa lisan :
a. Dapat disesuaikan dengan situasi
b. Faktor efisiensi
c. Faktor kejelasan karena pembicara menambahkan unsure lain berupa tekan dan
gerak anggota badan agah pendengar mengerti apa yang dikatakan seperti situasi,
mimik dan gerak-gerak pembicara.
d. Faktor kecepatan, pembicara segera melihat reaksi pendengar terhadap apa
yang dibicarakannya.
e. Lebih bebas bentuknya karena faktor situasi yang memperjelas pengertian
bahasa yang dituturkan oleh penutur.
f. Penggunaan bahasa lisan bisa berdasarkan pengetahuan dan penafsiran dari
informasi audit, visual dan kognitif.
Kelemahan ragam bahasa lisan :
a. Bahasa lisan berisi beberapa kalimat yang tidak lengkap, bahkan terdapat frase-
frase sederhana.
b. Penutur sering mengulangi beberapa kalimat.
c. Tidak semua orang bisa melakukan bahasa lisan.
d. Aturan-aturan bahasa yang dilakukan tidak formal.
2. Ragam Bahasa Tulis
Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan
dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan
tata cara penulisan dan kosakata. Dengan kata lain dengan ragam bahasa tulis, kita
tuntut adanya kelengkapan unsur kata seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat,
ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan dan penggunaan tanda baca
dalam mengungkapkan ide.
Ciri-ciri ragam bahasa tulis :
a. Tidak memerlukan kehaduran orang lain
b. Unsur gramatikal dinyatakan secara lengkap.
c. Tidak terikat ruang dan waktu
d. Dipengaruhi oleh tanda baca atau ejaan.
Kelebihan ragam bahasa tulis :
a. Informasi yang disajikan bisa dipilih untuk dikemas sebagai media atau materi
yang menarik dan menyenangkan.
b. Umumnya memiliki kedekatan budaya dengan kehidupan masyarakat.
c. Sebagai sarana memperkaya kosakata.
d. Dapat digunakan untuk menyampaikan maksud, membeberkan informasi atau
mengungkap unsur-unsur emosi sehingga mampu mencanggihkan wawasan
pembaca.
Kelemahan ragam bahasa tulis :
a. Alat atau sarana yang memperjelas pengertian seperti bahasa lisan itu tidak ada
akibatnya bahasa tulisan harus disusun lebih sempurna.
b. Tidak mampu menyajikan berita secara lugas, jernih dan jujur, jika harus
mengikuti kaidah-kaidah bahasa yang dianggap cenderung miskin daya pikat dan
nilai jual.
c. Yang tidak ada dalam bahasa tulisan tidak dapat diperjelas/ditolong, oleh karena
itu dalam bahasa tulisan diperlukan keseksamaan yang lebih besar.
Ragam bahasa fungsionalm adalah ragam bahasa yang dikaitkan dengan profesi,
lembaga, lingkungan kerja atau kegiatan tertentu lainnya. Ragam fungsional juga
dikaitkan dengan keresmian keadaan penggunaannya.
Ada 3 ragam bahasa fungsional, yaitu :
1. Ragam Bahasa Bisnis
Ragam bahas bisnis adalah ragam bahasa yang digunakan dalam berbisnis,
yang biasa digunakan oleh para pebisnis dalam menjalankan bisnisnya.
Ciri-ciri ragam bahasa bisnis :
a. Menggunakan bahasa yang komunikatif
b. Bahasanya cenderung resmi
c. Terikat ruang dan waktu
d. Membutuhkan adanyaorang lain
2. Ragam Bahasa Hukum
Ragam bahasa hukum adalah bahasa Indonesia yang corak penggunaan
bahasanya khas dalam dunia hokum, mengingat fungsinya mempunyai karakteristik
tersendiri, oleh karena itu bahasa hokum Indonesia haruslah memenuhi syarat-
syarat dan kaidah-kaidah bahasa Indonesia.
Ciri-ciri ragam bahasa hukum :
a. Mempunyai gaya bahasa yang khusus
b. Lugas dan eksak karena menghindari kesamaran dan ketaksaan
c. Objektif dan menekan prasangka pribadi
d. Memberikan definisi yang cermat tentang nama, sifat dan kategori yang
diselidiki untuk menghindari kesimpangsiuran
e. Tidak beremosi dan menjauhi tafsiran bersensasi
3. Ragam Bahasa Sastra
Ragam bahasa sastra adalah ragam bahasa yang banyak menggunakan
kalimat tidak efektif. Penggambaran yang sejelas-jelasnya melalui rangkaian kata
bermakna konotasi sering dipakai dalam ragam bahasa sastra.
Ciri-ciri ragam bahasa sastra :
a. Menggunakan kalimat yang tidak efektif
b. Menggunakan kata-kata yang tidak baku
c. Adanya rangkaian kata yang bermakna konotasi
Pengertian Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar
Bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah Bahasa Indonesia yang
digunakan sesuai dengan situasi pembicaraan (yakni, sesuai dengan lawan bicara,
tempat pembicaraan, dan ragam pembicaraan) dan sesuai dengan kaidah yang berlaku
dalam Bahasa Indonesia (seperti: sesuai dengan kaidah ejaan, pungtuasi, istilah, dan
tata bahasa).
Menurut Anton M. Moeliono (dalam Majalah Pembinaan Bahasa Indonesia,
1980), berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dapat diartikan pemakaian ragam
bahasa yang serasi dengan sasarannya dan yang disamping itu mengikuti kaidah
bahasa yang betul. Ungkapan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sebaliknya,
mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan
kebenaran.
Ada lima laras bahasa yang dapat digunakan sesuai situasi. Berturut-turut sesuai
derajat keformalannya, ragam tersebut dibagi sebagai berikut.
1. Ragam beku (frozen); digunakan pada situasi hikmat dan sangat sedikit
memungkinkan keleluasaan seperti pada kitab suci, putusan pengadilan, dan upacara
pernikahan.
2. Ragam resmi (formal); digunakan dalam komunikasi resmi seperti pada pidato,
rapat resmi, dan jurnal ilmiah.
3. Ragam konsultatif (consultative); digunakan dalam pembicaraan yang terpusat
pada transaksi atau pertukaran informasi seperti dalam percakapan di sekolah dan di
pasar.
4. Ragam santai (casual); digunakan dalam suasana tidak resmi dan dapat digunakan
oleh orang yang belum tentu saling kenal dengan akrab.
5. Ragam akrab (intimate). digunakan di antara orang yang memiliki hubungan yang
sangat akrab dan intim.
Contoh Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar :
Misalkan dalam pertanyaan sehari-hari dengan menggunakan bahasa yang baku
Contoh :
* Ketika dalam dialog antara seorang Guru dengan seorang murid
Pak guru : Rino apakah kamu sudah mengerjakan PR?
Rino : sudah saya kerjakan pak.
Pak guru : baiklah kalau begitu, segera dikumpulkan.
Rino : Terima kasih Pak , akan segera saya kumpulkan.
Bahasa yang baik dan benar itu memiliki empat fungsi :
(1) fungsi pemersatu kebhinnekaan rumpun dalam bahasa dengan mengatasi batas-
batas kedaerahan;
(2) fungsi penanda kepribadian yang menyatakan identitas bangsa dalam pergaulan
dengan bangsa lain;
(3) fungsi pembawa kewibawaan karena berpendidikan dan yang terpelajar; dan
(4) fungsi sebagai kerangka acuan tentang tepat tidaknya dan betul tidaknya
pemakaian bahasa.
Keempat fungsi bahasa yang baik dan benar itu bertalian erat dengan tiga macam batin
penutur bahasa sebagai berikut :
(1) fungsinya sebagai pemersatu dan sebagai penanda kepribadian bangsa
membangkitkan kesetiaan orang terhadap bahasa itu;
(2) fungsinya pembawa kewibawaan berkaitan dengan sikap kebangsaan orang
karena mampu beragam bahasa itu; dan
(3) fungsi sebagai kerangka acuan berhubungan dengan kesadaran orang akan
adanya aturan yang baku layak diatuhi agar ia jangan terkena sanksi sosial.
Berdasarkan paparan di atas maka dapat disimpulkan, berbahasa Indonesia dengan
baik dan benar adalah menggunakan bahasa Indonesia yang memenuhi norma baik
dan benar bahasa Indonesia. Norma yang dimaksud adalah “ketentuan” bahasa
Indonesia, misalnya tata bahasa, ejaan, kalimat, dsb.
ARTIKEL :
Pentingnya Berbahasa yang baik dan benar dalam dunia sistem informasi (ragam
bahasa)
Bahasa merupakan sebuah alat yang digunakan untuk berkomunikasi dari
komunikator kepada komunikan dengan tujuan menyampaikan sebuah informasi.
Bahasa berwujud ucapan yang digunakan seseorang untuk berkomunikasi dengan
orang lain. Selain itu, Bahasa juga merupakan alat komunikasi yang dipakai dalam
berbagai keperluan tertentu yang tidak seragam, tetapi akan berbeda-beda disesuaikan
dengan situasi dan kondisi. Penggunaan bahasa itu sendiri berbeda pada setiap
masyarakat dan memiliki aturan yang berbeda pula pada masing-masing pemakaian
bahasanya.
Dalam bahasa terdapat keanearagaman bahasa yang disebut ragam. Menurut
Dendy Sugono (1999 : 9), bahwa sehubungan dengan pemakaian bahasa Indonesia,
timbul dua masalah pokok, yaitu masalah penggunaan bahasa baku dan tak baku.
Dalam situasi remi, seperti di sekolah, di kantor, atau di dalam pertemuan resmi
digunakan bahasa baku. Sebaliknya dalam situasi tak resmi, seperti di rumah, di taman,
di pasar, kita tidak dituntut menggunakan bahasa baku. Keanekaragaman pemakaian
bahasa inilah yang perlu diperhatikan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Karena
apabila kita memahami keanekaragaman bahasa, kita dapat menyesuaikan bagaimana
cara berkomunikasi yang baik dengan orang lain diwaktu, tempat, dan acara tertentu.
Contohnya : Pada saat acara formal, penggunaan kata “aku”dan “kamu” kurang tepat
untuk acara formal karena biasanya penggunaan kata seperti ini lebih cocok untuk
berkomunikasi dengan teman atau kerabat dan bersifat lebih akrab dan privasi. Namun,
kita bisa mengganti kata tersebut dengan menggunakan kata yag lebih sopan yakni
kata “saya” dan “anda”.
Dalam lingkungan yang lebih kecil lagi, yaitu di dalam dunia perkuliahan,
khususnya pada bidang Sistem Informasi, penggunaan Bahasa Indonesia yang baik
dan benar sangatlah diperlukan. Dalam Sistem Informasi itu sendiri terdapat beberapa
aspek yang membutuhkan tata bahasa yang benar. Seperti halnya pada pemrograman
dibutuhkan struktur bahasa yang benar sehingga dapat mempermudah dalam
penerapannya. Dan dalam bidang sistem informasi juga terdapat banyak pembahasan
mengenai informasi-informasi dan tekhnik pengolahannya. Tentunya akan sangat
dibutuhkan olah bahasa yang baik pula untuk penyampaian sistem itu sendiri. Karena
jika terjadi kesalahan bahasa dalam penyampaian informasi, hal ini akan memberi
dampak buruk bagi semua penerimanya, maka dari itu penggunaan tata bahasa itu
sendiri haruslah sangat diperhatikan.
Jadi, kaitannya penggunaan bahasa yang baik dan benar didalam Sistem
Informasi adalah apabila kita menggunakan bahasa yang baik dan benar dalam sistem
informasi, hal ini akan memudahkan pengolahan informasi untuk dapat diterima oleh
system itu sendiri dan orang lain dan untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam
menerima sebuah informasi. Karena sistem informasi membutuhkan tata bahasa yang
baik untuk penerapannya dalam penyampaian informasi. Jika terjadi kesalahan dalam
struktur bahasa, penyampaian informasi ini tidak akan tersampaikan dengan baik.
Kesimpulan : Penggunaan bahasa yang baik dan benar sangatlah penting dalam
bidang apapun, karena untuk mengindari terjadinya kesalahpahaman dalam menerima
sebuah informasi atau pesan. Jika terdapat kesalahan dalam penggunaannya, hal
ini akan menimbulkan informasi yang disampaikan tidak dapat diterima dengan baik
oleh penerima pesan. Begitupula dengan system informasi, apabila kita menggunakan
struktur tata bahasa yang kurang baik, hal ini sangat menyulitkan untuk memproses
maksud dari informasi tersebut. Sehingga informasi yang dibuat tidak tersampaikan
dengan baik. Oleh karena itu, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan
benar sangatlah diperlukan untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman dalam
penangkapan informasi. Dan informasi dapat diterima dengan baik oleh penerima
pesan.
Sumber :
http://tisnajelek.blogspot.com/2013/10/pentingnya-berbahasa-yang-baik-dan.html
http://rifqybawazier.blogspot.com/2013/10/ragam-bahasa-dan-pentingnya-
menggunakan.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Ragam_bahasa
Minggu, 06 Oktober 2013
Minggu, 29 September 2013
tugas b.ind part1
Esai adalah suatu tulisan yang menggambarkan opini
penulis tentang subyek tertentu yang coba dinilainya.
Sebuah esai dasar bisa dibagi menjadi tiga bagian yaitu:
·
Pertama, pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang
mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang subyek yang akan dinilai
oleh si penulis tersebut.
·
Kedua, tubuh esai yang menyajikan seluruh informasi tentang subyek.
·
Ketiga, adalah bagian akhir yang memberikan kesimpulan dengan menyebutkan
kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa
observasi tentang subyek yang dinilai oleh si penulis.
MASA LALU YANG TAK
TERLUPAKAN
Saya Naufal
Harits Basyari umur 20thn tinggi 173cm dan berat badan 73kg akan menceritan
kisah masa SD saya.
Sejak saya
SD kelas 5 saya sudah hampir bisa mengendarain sepeda motor dan kebetulan salah
satu teman perempuan SD saya mengadakan ulang tahun sehabis pulang sekolah di
rumahnya. Setelah teman saya mengabari semua teman-teman yang dikelas, saya
langsung berpikir akan membawa motor dan itupun pasti akan berjalan lancar. Ehh
ternyata saya tidak diundang L hahaha tenang saudara-saudara saya bercanda kok . . .
orang seganteng seperti saya tidak diundang maka teman-teman tidak pada mau
datang pastinya.
Bel
istirahat pun berbunyi dan sayapun langsung pulang, YAA TIDAKLAH MASA SAMPAI
SEGITUNYA HAHAHAHA. Oke kita kembali ke bel berbunyi. Saat itu saya langsung menghampiri teman saya yang bernama Hanipal,
saya langsung bertanya kepada dia, “pal, nanti bawa motor yuk?” Hanipal
menjawab,”waduh gue pasti ga dibolehin fal sama mama gue”, saya menjawab,” yah
yaudah deh kalo gitu nanti gue usahain bawa motor”.
Bel pulang
pun berbunyi dan disaat itulah imajinasiku makin bertambah, senangpun tak
terpungkiri ketika membayangkan akan membawa motor (maklum anak SD masih alay-alaynya
hahahaha). Sesampai dirumah saya meminta izin sama mama untuk hadir ke ultah
teman saya dan dibolehin, tiba-tiba kenapa disaat saya izin membawa motor saya
langsung grogi. Karena saya masih terngiang dengan asiknya membawa motor
sayapun memberanikan izin ke mama, “mah, naufal bawa motor yaa tapinya?”,
mamaku langsung jawab “ngga! Apa-apaan kamu bawa motor masih SD udah bawa motor
keluar jauh, emang rumah teman kamu dimana?”, saya menjawab “deket kok mah di
pondok cipta” padahal mah di pondok kopi hahahahaha. Mamaku menjawab” tetep
ngga! Mama bilang ngga tetep ngga! Bahaya!. Sayapun langsung meringis nangis
sambil memohon terus agar dibolehin bawa motor. Hampir sejaman aku menangis dan
mohon, akhirnya dibolehin juga sama mama.
Sesampai
dirumah teman yang ultah dengan selamat, saat bermainpun mulai ditaman bermain.
Teman-teman saya ada yang bermain petak umpet, galaksin dan sebagainya. Tapi
berbeda dengan saya, yaa maklum orang keren udah ga level main begituan (ini
masih alay-alaynya yaa hahahaha). Sayapun mulai menyalakan mesin dan
menjalankan motor, saya berkeliling taman disana. Akhirnya yang saya
tunggu-tunggupun datang juga yaitu di bangga-banggakan oleh teman kalau saya
bisa mengendarain teman. Dan dari situ sayapun makin besar kepala, motor saya
kendarainpun saya standingkan untuk dipertunjukkan kepada teman-teman. PUPUS
DAN MALU PUN BERCAMPUR ADUK DI PIKIRANKU, saya tidak tahu bahwa jalan yang saya
jalani berpasir! Terpelsetlah saya dan membuat dagu saya bolong karena terkena
pagar taman. Sakitpun tak kurasakan akibat malu yang teramat besar. Saya
langsung minta telepon mama saya untuk menjemput saya. Setiba mama saya datang,
saya langsung nangis dan meminta maaf dengan mama dan mama sayapun menasehatin
saya lalu memaafkan saya sambil ngeri melihat darah yang mengalir deras didagu
saya. Akhirnya saya dibawa kerumah sakit islam dan dijahit dagu saya hingga 7
jahitan. Berkat pengalaman ini saya tidak alay lagi hingga sekarang. INILAH
PENGALAMAN MALU SAYA.
Selasa, 18 Juni 2013
soal softskill essay
essay
1. sebutkan faktor" yang mempengaruhi penawaran uang:
jawab: pendapatan, tingkat suku bunga, selera masyarakat, harga barang, fasilitas kredit, dan kekayaan masyarakat
2. materi ini adalah tentang?
jawab: permintaan dan penawaran uang
1. sebutkan faktor" yang mempengaruhi penawaran uang:
jawab: pendapatan, tingkat suku bunga, selera masyarakat, harga barang, fasilitas kredit, dan kekayaan masyarakat
2. materi ini adalah tentang?
jawab: permintaan dan penawaran uang
softskill 2
Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran uang
Ada sejumlah faktor
yang mempengaruhi jumlah penawaran uang atau jumlah uang yang beredar di
masyarakat. Faktor-faktor tersebut adalah :
1) Pendapatan
Pendapatan adalah jumlah uang yang diterima oleh masyarakat pada
jangka waktu tertentu. Semakin tinggi pendapatan masyarakat, maka semakin besar
pula jumlah uang yang beredar di masyarakat. Sebaliknya, bila pendapatan
masyarakat rendah, maka semakin kecil pula jumlah uang yang beredar di
masyarakat.
2) Tingkat suku bunga
Tingkat suku bunga dapat mempengaruhi jumlah uang beredar. Bila
suku bunga rendah, maka orang cenderung malas untuk menabung di bank. Jumlah
uang yang beredar pun akan meningkat. Sebaliknya, bila suku bunga bank tinggi,
banyak orang yang tertarik untuk menyimpan uang di bank. Efeknya, jumlah uang
yang beredar juga akan berkurang.
3) Selera masyarakat
Selera masyarakat dapat mempengaruhi jumlah uang yang beredar.
Pada saat ada pergantian model atau tren tertentu, permintaan terhadap barang
tersebut dapat mempengaruhi jumlah uang yang beredar.
4) Harga barang
Pada saat harga barang naik, maka peredaran uang akan semakin
cepat karena dibutuhkan makin banyak uang untuk membeli barang tersebut.
5) Fasilitas kredit
Adanya fasilitas kredit dapat mempengaruhi jumlah uang yang
beredar di pasar. Jika masyarakat suka akan penggunaan kredit, maka dengan
sendirinya penggunaan uang tunai akan berkurang. Begitu juga sebaliknya.
6) Kekayaan masyarakat
Jumlah uang yang beredar dalam masyarakat semakin besar apabila
variasi kekayaan masyarakat sedikit. Sebaliknya, bila masyarakat memiliki
banyak pilihan bentuk kekayaan seperti kekayaan dalam bentuk tabungan, saham,
tanah, dan lain-lain, maka jumlah uang beredar di masyarakat akan menurun.
Selasa, 02 April 2013
soal softskill pg
pilihan ganda
1. Orang menyimpan uang untuk membayar traksaksi sehari-hari mulai dari sekedar membeli makan hingga ketika berbisnis disebut motif:
a. motif tranksaki
b. motif berjaga-jaga
c. motif spekulasi
d. motif batik
jawaban: a
2. faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran uang dari masalah harga disebut faktor:
a. pendapatan
b. tingkat suku bunga
c. selera masyarakat
d. harga barang
jawaban : d
1. Orang menyimpan uang untuk membayar traksaksi sehari-hari mulai dari sekedar membeli makan hingga ketika berbisnis disebut motif:
a. motif tranksaki
b. motif berjaga-jaga
c. motif spekulasi
d. motif batik
jawaban: a
2. faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran uang dari masalah harga disebut faktor:
a. pendapatan
b. tingkat suku bunga
c. selera masyarakat
d. harga barang
jawaban : d
softskill
2.1.5 Permintaan dan Penawaran Uang
Agar perekonomian
dapat berjalan dengan baik, harus ada cukup uang untuk membeli barang dan jasa
yang dihasilkan oleh ekonomi.
Permintaan uang adalah
jumlah uang yang diinginkan oleh seluruh masyarakat untuk mengadakan transaksi
pada suatu wilayah dan waktu tertentu.
Penawaran uang adalah
jumlah yang ada dan siap beredar untuk keperluan transaksi bagi masyarakat pada
suatu wilayah dan waktu tertentu.
Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan
uang
Ada banyak hal yang
mempengaruhi permintaan akan uang di pasar. Mulai dari kepentingan pemerintah,
hingga kepentingan masyarakat. Badan dan lembaga keuangan juga bisa memengaruhi
permintaan uang.
Menurut J.M Keynes
dalam teorinya, Liquidity Preference, menyebutkan adanya tiga faktor yang
mempengaruhi permintaan uang.
1. Motif transaksi
(transaction motive)
Orang menyimpan uang untuk membayar transaksi sehari-hari mulai
dari sekedar membeli makan hingga ketika berbisnis. Dengan adanya uang, segala
kebutuhan dan usaha dapat dilakukan dengan cepat. Keperluan untuk transaksi
tergantung pada pendapatannya. Semakin tinggi pendapatan, maka semakin banyak
pula keperluan transaksi.
2. Motif berjaga-jaga
(precautionary motive)
Motif berjaga-jaga merupakan salah satu pendorong mengapa orang
menyimpan uang. Motif berjaga-jaga muncul ketika rumah tangga dan perusahaan
merasa tidak pasti terhadap penerimaan dan pembayaran. Misalnya, seseorang yang
pendapatannya tidak pasti. Ia merasa perlu memiliki uang tunai karena ia tidak
selalu memperoleh uang secara berkala, atau bisa saja orang menyimpan uang
tunai untuk keperluan mendadak seperti adanya salah satu anggota keluarga yang
jatuh sakit atau ada barang yang harus dibeli dengan segera. Kebutuhan uang
karena alasan ini semakin meningkat apabila terjadi ketegangan politik dan
krisis ekonomi.
3. Motif spekulasi
(speculation motive)
Bila suatu rumah tangga atau perusahaan memegang uang tunai di
tangan, ia sebenarnya melepaskan kesempatan untuk memperoleh bunga bila uang
itu ditabung atau dibelikan obligasi di pasar modal. Tapi karena suku bunga
bisa naik turun, ada risiko yang ditanggung oleh pemilik modal. Karena itu ada
orang yang menahan uang agar bisa terhindar dari risiko yang berkaitan dengan
harga obligasi, maka disebut saldo spekulasi. Motif untuk menahan uang kas itu
disebut sebagai motif spekulasi. Biasanya perusahaan tidak mengambil posisi
ekstrim, yaitu menaruh semua uang di pasar modal, atau sebaliknya menyimpan
uang di kas seluruhnya. Kebanyakan perusahaan melakukan diversifikasi, artinya
ada sebagian kekayaan berapa uang dan ada sebagian berupa obligasi.
Jumat, 04 Januari 2013
perkembangan komunikasi
Perkembangan Komunikasi
Pada zaman modern ini sering kali kita jumpai berbagai macam perkembangan teknologi komunikasi baik itu dari media cetak seperti majalah, tabloid dan lain-lain serta dari media elektronik seperti televisi, radio, internet dan lain-lain tapi semua perkembangan teknologi yang kita dapat sekarang hanya merupakan pengembangan dari yang sebelumnya atau kita hanya mengembangakan apa yang telah diciptakan oleh manusia pada masa lampau.
Pengertian dari komunikasi itu sendiri adalah suatu proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain. Tujuan dari komunikasi adalah untuk menginformasikan, mempersuasi dan mempengaruhi orang lain dan pada umumnya komunikasi dilakukan dengan menggunakan bahasa lisan dan dalam keadaan face to face. Penyampaian pesan dalam komunikasi dapat disampaikan dalam dua bentuk yaitu verbal dan nonverbal.
Menurut Mac luhan dalam teorinya Technological Determinism ia membagi perkembangan teknologi komunikasi kedalam empat periodesasi yaitu tribal age, literate age, print age dan electroni age. Menurut Everett M. Roger perkembangan teknologi komunikasi juga terbagi kedalam empat fase/era yaitu era komunikasi tulisan, era komunikasi cetak, era telekomunikasi dan era komunikasi interaktif dan kali ini saya akan lebih menekankan pada era komunikasi tulisan. Era komunikasi tulisan atau writing era ini telah digunakan dan dipelopori oleh orang-orang sumeria dan perkembangan writing era ini juga didukung oleh penemuan mesin cetak oleh Gutenberg.
Manusia pada zaman prasejarah pun sudah dapat memulai proses komunikasi hanya saja proses komunikasi tersebut masih kaku dan sangat sederhana karena mereka hanya menggambar digoa-goa(cave painting) untuk mengekspresikan diri mereka dan menggambarkan suatu hal. Manusia yang hidup pada zaman primitif atau prasejarah cenderung melakukan komunikasi dengan menggunakan telinga, sentuhan dan saling membaui satu sama lain jadi pada zaman primitif ini “hearing is believing”. Jadi mendengarkan, bersentuhan dan membaui lebih dominan dibandingkan dengan visualisasi.
Perkembangan teknologi pada zaman prasejarah terbagi menjadi empat tahapan yaitu tahap memori aiding stage, tahap pictorial era periode, tahap ideographic stage dan tahap phonetic stage.
Tahap Memori Aiding Stage, pada tahap ini manusia masih bersikap primitif dan mereka umumnya tinggal digua-gua dan kehidupannya pun bersifat nomaden. Mereka menggantungkan kehidupan mereka pada alam. Mereka masih belum mengenal sistem bercocok tanam ataupun berburu binatang. Komunikasi yang terjadi pada tahap ini adalah komunikasi dengan menggunakan body language atau bahasa isyarat karena mereka belum mengetahui teknologi komunikasi yang lain pada tahap ini. Umumnya komunikasi ini terjadi hanya dalam kelompok saja(inter kelompok).
Tahap Pictorial Era Periode. Pada tahap ini kehidupan dan sistem komunikasi mereka mengalami kemajuan dibandingkan dengan pada tahap sebelumnya karena komunikasi yang dilakukan tidak hanya sebatas dalam kelompoknya tapi juga telah menyebar pada kelompok-kelompok yang lain walaupun masih sederhana tapi mereka sudah mengenal sistem bercocok tanam, hidup bermasyarakat dan berburu binatang. Diperkirakan oleh para ahli bhawa pada tahap ini masyarakatnya sudah mulai mengenal bahasa verbal atau bahasa ucap walaupun masih dalam bentuk yang sederhana. Kemajuan lainnya yang dicapai oleh masyarakat pada tahap ini adalah dengan ditemukannya penciptaan dan penggunaan lambang-lambang visual sebagai alat bantu proses komunikasi. Alat bantu visual tadi berupa gambar-gambar yang terdapat pada dinding gua. Semua gambar yang terdapat pada dinding gua tersebut menurut analisa ahli arkeologi berasal dari zaman paleolitikum sehingga pada tahap ini manusia selain dapat berkomunikasi secara verbal tapi juga dapat berkomunikasi dengan memformulasikan pesan-pesan yang ingin disampaikan dalam bentuk gambar. Gambar atau lukisan inilah yang disebut dengan pictogram.
Tahap Ideographic Stage. Pada tahap ini khususanya dalam bidang komunikasi antar manusia selngkah lebih maju dibandingkan dengan pada tahap sebelumnya. Pada tahap ini dalam sistem hidup bermasyarakat mulai teratur karena mereaka sudah mulai mengenl sistem bangunan, pertanian, pengairan dan komunikasi yang baik dan benar. Jika pada tahap sebelumnya binatang digambarkan sebagai simbol visual lain halnya dengan tahap ini, pada tahap ini orang-orang memformulasikan huruf sebagai simbol visual mereka. Huruf-huruf sebagai alat bantu komunikasi itulah yang disebut dengan ideogram dan pada tahap ini manusia juga telah memiliki peradaban dan kebudayaan yang tinggi selain itu pada tahap ini manusia juga sudah dapat menggunakan bahasa lisan sebagat alat bantu dalam komunikasi secara sempurna.
Tahap Phonetic. Tahap ini ditandai dengan penggunaan dan perkembangan alat bantu komunikasi yang semakin baik dalam kehidupan manusia karena pada tahap ini manusia mulai menyusun abjad huruf yang kita kenal dan gunakan sampai sekarang. Seiring dengan perkembangan zaman maka abjad itu menjadi sebuah alphabet. Selain ditemukannya alphabet juga ditemukan sistem komunikasi yang baru yaitu Acta Diurna yang diperkenalkan oleh Yulius Caesar pada 100-44 SM. Acta Diurna adalah sebuah papan tempel yang berisi berbagi informasi-informasi yang ditempelkan ditengah alun-alun kota yang saat ini lebih kita kenal dengan mading, iklan atau poster yang bertujuan untuk menginformasi sekaligus mempersuasi dan mempengaruh orang yang melihatnya.
Di China perkembangan komunikasi tulisan ini ditemukan pada berbagai macam tulisan kaligarafi China dan menemukan sistem untuk mencetak tulisan tersebut dalam buku sedangkan di Korea menemukan sistem untuk mencetak tulisan atau huruf-huruf tersebut kedalam logam.
Perkembangan teknologi tulisan ini semakin berkembang karena didukung dengan berbagai penemuan mesin cetak yang semakin lama semakin canggih. Sampai sekarang tulisan juga masih berfungsi sebagai salah satu sarana untuk berkomunikasi contoh tulisan yang terdapat pada majalah, koran, internet dll untuk mengkomunikasikan sesuatu dan tanpa adanya tulisan proses komunikasi itu tidak akan terwujud atau contoh konkretnya seperti poster jika poster tidak memiliki tulisan yang berfungsi sebagai isi dari poster tersebut maka poster itu juga tidak akan memiliki daya tarik untuk mempersusasi dan mempengaruhi orang lain yang melihatnya karena yang terpenting dalam poster adalah tulisan/teks(isi), gambar/logo(background) dan judul dari poster itu sendiri. Jika poster tidak memperhatikan unsur-unsur tersebut maka poster tidak akan memiliki exposure apa-apa.
Konsep komunikasinya seperti konsep komunkasi menurut Laswell yaitu “Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect?”contoh: tulisan mengenai kasus suap Angelina Sondakh yang disebarkan kepada masyarakat melalui channel/media cetak(majalah, koran dll) dan setelah masyarakat membacanya maka masyarakat mulai menunjukkan bahwa mereka pro atau contra terhadap kasus tersebut.
Tulisan atau literatur ini sangat berperan dalam proses komunikasi contoh konkretnya bagi orang-orang yang tunawicara tidak dapat berkomunikasi secara lisan namun mereka mampu mengungkapkannya dalam bentuk tulisan sehingga orang lain pun dapat memahami dan berkomunikasi dengan mereka.
Jadi kesimpulannya, tulisan itu berfungsi/berperan sebagai salah satu media untuk berkomunikasi baik itu melalui media cetak ataupun elektronik. Tulisan ini juga mengalami banyak perubahan dari zaman masyarkat prasejarah hingga masyarakat zaman modern.
Langganan:
Postingan (Atom)